Iklan – Produk Elekronik Korea Berhasil Menguasai Pasar, Kok Bisa?

Bagi pengguna barang elektronik dan gadget, siapa sih yang tidak mengetahui merk seperti Panasonic, Sharp, Sony, Fujitsu dan Toshiba ?. Produk mereka di dekade tahun 1980an hingga awal 2000an, sangat mendominasi pasar elektronik dunia, mulai dari mesin cuci, AC, Kulkas, hingga mobile gadget, namun dari awal tahun 2000an hingga saat ini, ke 5 perusahaan elektronik dari negeri samurai, seperti kehilangan kemampuan berkompetisi melawan serbuan produk – produk elektronik dari Korea selatan dan China. Ada apa ini? Apakah produk elektronik dari perusahaan jepang, sudah tidak berkualitas? Tentu saja tidak, produk – produk hardware dari perusahaan – perusahaan elektronik jepang, masih berkualitas tinggi, bahkan Fujitsu dan Toshiba, masih memiliki keunggulan secara teknologi. Atau mungkin supply chain produk elektronik jepang, tidak luas?. Ini pun jelas tidak, jaringan distributor produk elektronik jepang, sangat luas, ada di setiap kabupaten di Indonesia. Untuk mengetahui mengapa perusahaan elektronik jepang kehilangan kemampuan berkompetisi, ada baiknya kita mereview apa yang terjadi di 10 tahun terakhir. Dan industry telepon seluler saya ambil sebagai contoh kasus untuk lebih menfokuskan pembahasan. Untuk telpon seluler saya akan membandingkan Apple to Apple, yaitu Samsung Vs Sony

Ericsson

Sony Ericsson + Sony Keterangan
Rata – rata pengeluaran produk baru/ tahun 15,2 Produk/Tahun
Produk yang di luncurkan, sejak tahun 2002 228 Produk
Produk terakhir yang sudah ada di pasar Sony Xperia TL
Produk perdana Sony CM-DX 1000 ( 1997 )

 Versus

Samsung Keterangan
Produk yang di luncurkan, sejak tahun 1996 822 Produk
Produk perdana Samsung SGH-250 ( 1996 )
Produk terakhir yang sudah ada di pasar Samsung I9305 Galaxy S III
Rata – rata pengeluaran produk baru/ tahun 51,3 Produk/Tahun

Apakah karena Samsung mengeluarkan produk per tahun  lebih banyak, sehingga baru baru ini di nobatkan sebagai produsen telepon seluler no 1 di dunia? Ini menjadi jawaban pertama, dari mengapa Sony Ericsson & Sony kalah dengan Samsung

Perbandingan Spesifikasi produk terakhir

Sony Ericsson Samsung
Network 4G Network LTE 700 MHz Class 17 / 1700 / 2100 LTE 800 / 1800 / 2600
DISPLAY TFT capacitive touchscreen, 16M colors Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors
CAMERA 13 MP, 4128×3096 pixels, autofocus, LED flash 8 MP, 3264×2448 pixels, autofocus, LED flash
OS Android OS, v4.0.4 (Ice Cream Sandwich) Android OS, v4.1.1 (Jelly Bean)
CPU Dual-core 1.5 GHz Krait Quad-core 1.4 GHz Cortex-A9

Secara hardware, terutama dari sisi kamera  produk paling modern dari Samsung, kalah oleh sony, namun secara penjualan, Samsung Galaxy adalah salah satu produk handphone dengan pejualan tertinggi di dunia.Untuk unggul  Kompetisi bisnis di industry IT entah itu hardware atau hardware, tidak bisa hanya dengan mengeluarkan produk dengan prosesor tercepat, dan kamera dengan resolusi tertinggi, karena keunggulan hardware sangat mudah di tandingi. Ada baiknya saya ceritakan kembali, mengapa Nokia di awal tahun 2000 bisa mengalakan Motorola, padahal jelas – jelas produk Motorola saat itu lebih canggih dari rata – rata produk Nokia. Di tahun 2001, Motorola sudah mengeluarkan produk handphone yang mampu “Voice Dial”. Nokia melakukan pendekatan lebih “manusiawi”. Jika Motorola memiliki tagline “intelligence everywhere” dan di kampanye – kampanye marketing Motorola, selalu mengedepankan kecanggihan produk nya. Sedangkan Nokia memiliki tagline “Connecting People”, dengan gambaran dua tangan yang saling berdekatan. Strategi “lebih manusiawi” ini membawa Nokia mengalahkan Motorola di awal tahun 2000an hingga Nokia di hantam kompetitor – kompetitor baru, segment pasar smartphone, seperti RIM dan IPhone.

Strategi komunikasi yang “lebih manusiwi”, tampaknya juga di lakukan oleh Samsung, lewat iklan – iklan nya. Iklan produk handphone Samsung menggambarkan suasana sehari hari. Dari Marketing view jelas tampak bahwa keunggulan teknologi tidak selalu menjadikan sebuah produk menguasai pangsa pasar, artinya semakin kreatif sebuah iklan sudah cukup untuk melibas kompetitornya.

Bagaimana menurut anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s